Pemberdayaan masyarakat desa merupakan salah satu bentuk peran serta institusi pendidikan dalam mewujudkan salah satu aspek Tri Dharma perguruan tinggi. Peran serta tersebut diwujudkan dan dilaksanakan juga oleh Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY. Bentuk perwujudan dari salah satu misi Prodi Farmasi UMY yaitu “menyebarluaskan ilmu kefarmasian dengan menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat”, pada Februari  2019 yang lalu, Prodi Farmasi UMY melaksanakan program Kecendikiawanan dengan tema Pelestarian Lingkungan, Budidaya, dan Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini dilaksanakan di dukuh Kayuhan Wetan, Triwidadi, Pajangan, Bantul, yang merupakan desa mitra dari Islamic Research Pharmacy Club (IRPC), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Jurusan Farmasi UMY.

Program Kecendikiawanan hadir sebagai sarana pengabdian civitas akademika Prodi Farmasi UMY kepada masyarakat. Program ini terdiri dari 3 kegiatan yaitu Pembudidayaan empon-empon, pelestarian lingkungan, dan pengolahan jamu instan. Rangkaian kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh dosen dan mahasiswa Prodi Farmasi UMY serta warga dukuh Kayuhan Wetan khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ibu Sabtanti Harimurti, Ph.D., Apt. selaku Kepala Prodi Farmasi UMY dan Bapak Wajiyono selaku Kepala dukuh Kayuhan Wetan, dan terakhir sambutan dari Bapak Kepala Desa Triwidadi, Pajangan Bantul.

Pembudidayaan empon-empon dilakukan dengan penanaman 100 bibit empon-empon yang terdiri dari 4 jenis yaitu temulawak, kunyit, jahe merah, dan lengkuas. Tidak hanya warga, seluruh dosen dan mahasiswa turut turun tangan menanam bibit empon-empon sembari memberikan edukasi kepada warga tentang khasiat dari tanaman obat tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit jati emas sebagai upaya pelestarian lingkungan. Antusiasme warga berlanjut sampai pada kegiatan terakhir yaitu pengolahan empon-empon. Dengan bimbingan dari dosen Farmasi UMY, Bapak M. Fariez Kurniawan M.Farm., Apt., 20 orang warga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) mengolah empon-empon jahe menjadi bentuk serbuk instan yang siap diseduh dan dikonsumsi.

Serangkaian kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi dari keluarga besar Prodi Farmasi UMY dan warga Dusun Kayuhan Wetan. Dengan adanya program Kecendikiawanan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta menjadi langkah awal untuk mendukung pergerakan Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi lebih produktif dalam mengembangkan potensi yang ada sehingga dapat memajukan perekonomian warga dusun Kayuhan Wetan. Program pemberdayaan masyarakat Dukuh Kayuhan Wetan ini akan dilakukan secara berkelanjutan agar diharapkan masyarakat Dukuh Kayuhan Wetan, khususnya Kelompok Wanita Tani dapat mempunyai suatu produk khas jamu yang memiliki andil untuk meningkatkan perekonomian warga.