Proses Pembelajaran

Sejak awal berdiri yaitu tahun 2010 Prodi Farmasi FKIK UMY dalam pelaksanaan program pendidikan sarjananya menggunakan metode pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Metode PBL dengan kriteria SPICES (Student centred, Problem based, Integrated, Community oriented, Elective dan Systematic), bertujuan menyiapkan mahasiswa sebagai lifelong learner atau pembelajar sepanjang hayat sehingga di masa mendatang sudah terlatih untuk menghadapi permasalahan dan bagaimana cara pemecahannya.

Adapun dalam metode PBL kegiatan belajar mengajar meliputi:

  • Tutorial

Tutorial adalah diskusi kelompok kecil di mana setiap kelompok beranggotakan sekitar 10-15 mahasiswa dan dibantu oleh satu tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Tutor akan membantu mahasiswa dalam diskusi untuk mencapai tujuan belajar tanpa harus banyak mengintervensi diskusi maupun memberikan penjelasan panjang lebar agar lebih memahami alasan klinis dalam memecahkan masalah, dalam berdiskusi mahasiswa menggunakan metode atau langkah seven jump yang dikombinasi dengan metode CBL (Case Based Learning)

  • Kuliah

Kuliah dalam metode PBL bertujuan mendukung modul skenario dan memberikan hal-hal yang bersifat konseptual, mutakhir dan menambah pengayaan pengetahuan bagi mahasiswa, sehingga alokasi waktu kuliah dapat juga untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk aktif.

  • Praktikum Ilmu Farmasi

Praktikum bertujuan selain untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan yang sudah didapat juga untuk menambah ketrampilan mahasiswa bekerja di laboratorium. Kegiatan praktikum di setiap Blok ini mendukung modul dan skenario.

  • Praktikum Keterampilan Farmasi

Praktikum Ketrampilan Farmasi bertujuan untuk melatih ketrampilan farmasi mahasiswa dengan menggunakan model-model pembelajaran yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan secara dini, kontinyu serta terintegrasi dalam setiap Bloknya. Perlu diperhatikan bahwa ketrampilan farmasi yang dipelajari dan dilatih di laboratorium ketrampilan merupakan salah satu kompetensi inti pendidikan farmasi, sehingga mahasiswa perlu berlatih terus menerus untuk menguasai suatu kompetensi yang ditentukan pada setiap tahapan belajar baik selama jam kegiatan yang sudah terjadwal maupun di luar jadwal, dengan atau tanpa bantuan instruktur.

  • Early Pharmaceutical Exposure (EPhE)

Early Pharmaceutical Exposure (EphE) bertujuan memberikan pengalaman belajar secara nyata dan lebih awal baik di Puskesmas, Industri Obat Tradisional, Apotek dan Rumah Sakit sehingga mereka dapat melihat dan membandingkan antara kondisi di kampus dengan kondisi lapangan. Kegiatan Ephe ini dilaksanakan sebanyak 8 kali yang tersebar dalam pelaksanaan Blok 5, 7, 14, 16, 17, 20, 21

  • Konsultasi Pakar

Konsultasi pakar dilaksanakan bila ada masalah atau kesulitan dalam diskusi tutorial, waktu konsultasi bisa pada saat perkuliahan atau di luar perkuliahan sesuai kesepakatan antara mahasiswa dengan pakar. Penanggungjawab Blok akan menginformasikan pakar yang ditunjuk untuk konsultasi pakar.

  • Belajar mandiri

Belajar mandiri atau self directed learning merupakan salah satu kriteria pokok keberhasilan pembelajaran PBL untuk menyiapkan mahasiswa sebagai lifelong learner.

  • Plenary Discussion

Kegiatan belajar ini berupa diskusi pleno klasikal dengan mengambil topik salah satu problem dalam skenario yang dinilai paling menarik dan uptodate dilaksanakan satu kali setiap semester. Plenary discussion ini bermanfaat sebagai media untuk melatih keberanian mahasiswa berdiskusi dalam skala besar, menyampaikan argumentasi, bertanya, kemampuan berbahasa Inggris dan melatih critical thinking.

  • English Hours

English hours adalah kegiatan kemahasiswaan di bawah bimbingan dan koordinasi dosen yang dirangkai sedemikian rupa dalam rangka peningkatan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris.